Balanced scorecard: fondasi untuk strategi sistem informasi
Oleh: BJ
Paper dari : Maris Martinsons dkk
abstrak
Mengukur dan mengevaluasi aktivitas sistem informasi berdasarkan perspektif (sudut pandang) berikut: business value, user orientation, internal proses, dan future readines
Pendahuluan
Pertumbuhan investasi modal intelektual dan keuangan yang kemudian dikumpulkan, diproses, disimpan hingga terjadi penyebaran informasi, dimana sistem informasi sebagai suatu sumber daya yang terus berkembang, namun kemudian sering muncul pertanyaan apakah investasi IS atau IT benar-benar bermanfaat? apakah aplikasi IT yang digunakan berhasil? apakah fungsi department IT kita produktif dan efektif? apakah sebaiknya kita outsourcing saja?
Penelitian diperlukan untuk “mengukur nilai IT” dan “mengevaluasi kinerja system informasi”, dan lagi peran dari IT yang terus meningkat dalam mencapai tujuan bisnis.
Productivity paradox telah menjadi issue penting antara para ekonom dan komunitas IS, beberapa studi menunjukkan ketika investasi IT dihubungkan dengan tingkat revenue korporate, hal ini tidak berhubungan dengan productivity atau profitability. Investasi besar-besaran dalam komputer dan teknologi telekomunikasi tidak secara significant meningkatkan ekonomi productivity atau corporate profits. Secara individu di corporate juga mengatakan bahwa penerapan IT menjadi seperti black hole.
Para manajer kesulitan menunjukkan tangible return dalam pengeluaran IS dari rencana, pengembangan, implementasi dan pengoperasiannya.
Namun penilain IS tidak bisa ditangkap hanya dari metode konvensional input-output accounting. Sebagai contoh ketika effectiveness (‘doing the right things’) dan innovation (‘doing new things’) tidak bisa dikualifikasikan dalam terms tradisional outputs improvement ini tidak bisa diukur dengan economic efficiency statistics.
Pengukuran dan evaluasi IS
Suatu pendekatan information economics yang tidak dibingungkan dengan system informasi ekonomi. Information economics mencari suatu account yang lebih luas terhadap manfaat dari IS termasuk didalamnya kelemahan dari item-item tangible seperti peningkatan pelayanan customer atau tingkatan yang lebih tinggi yaitu competitivness. Yang juga menjelaskan manfaat dan resiko dibagi dalam dua domain, domain business dan domain technology dan keduanya dievaluasi secara terpisah.
Namun ada pendekatan yang lebih tepat yaitu menggunakan balanced scorecard untuk mengukur dan mengevaluasi IT dan IS.
Martinsons menyarankan bahwa BSC dapat membantu para manager untuk mengevaluasi investasi IT yang sama baiknya dengan kinerja dari IS organisasi secara keseluruhan. Paper ini menyarankan untuk mengelaborasi suatu kerangka kerja untuk mengevaluasi IT dan IS berdasarkan konsep BSC. Secara detail bagaimana BSC menjamin para manager IS dalam menggunakan tools pengambilan keputusan. Diterapkan tidak hanya menilai kontribusi spesifik dari system informasi atau IS project, tetapi juga mengevaluasi kinerja dan petunjuk aktivitas dari department IS dan lingkungannya.
Balanced scorecard
Konsep ini mencatat serangkaian item-item yang dikelola dalam keseimbangan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, ukuran antara financial dan non-financial, indikator cepat atau lambat, sudut pandang internal dan eksternal.